JAKARTA, BRITISNEWS.COM – Anggota Super Junior, Choi Siwon, menjadi sorotan usai unggahan Instagram Story miliknya menuai kecaman penggemar. Ia membagikan kabar meninggalnya aktivis konservatif Amerika, Charlie Kirk, dengan menuliskan “rest in peace.”
Kirk, yang tewas dalam insiden penembakan, dikenal sebagai pendiri organisasi sayap kanan Turning Point USA. Selama hidupnya, ia kerap menuai kontroversi karena mendukung politik pro-Donald Trump dan dianggap menyebarkan informasi keliru terkait pemilu serta isu sosial di Amerika Serikat.
Unggahan Siwon memicu reaksi keras dari penggemar yang menilai idol tersebut tidak peka terhadap rekam jejak politik Kirk. Beberapa bahkan menyerukan agar ia hengkang dari Super Junior.
Tak lama setelah kritik bermunculan, Siwon menghapus unggahannya. Ia kemudian memberikan klarifikasi melalui aplikasi Bubble. Menurutnya, ucapan belasungkawa itu murni ditujukan pada tragedi penembakan, bukan dukungan terhadap pandangan politik almarhum.













