JAKARTA, BRITISNEWS.COM – Penyanyi sekaligus Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Marcell Siahaan, menilai persoalan royalti musik di Indonesia yang belakangan ramai diperdebatkan berawal dari soal transparansi antara Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dengan para anggotanya.
“Biang kerok masalah itu memang transparansi dari LMK ke anggotanya,” ungkap Marcell saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat.
Ia mencontohkan kasus Ari Lasso yang mendesak audit ulang terhadap Wahana Musik Indonesia (WAMI) sebagai bentuk tuntutan transparansi. Namun, menurut Marcell, hal tersebut seharusnya dipandang sebagai konflik internal antara LMK dengan para pemegang kuasa, bukan ranah publik.



















